Prodi Farmasi UNIPMA Kenalkan Pemanfaatan Bahan Alam dalam Kosmetik kepada Siswa SMAN 4 Madiun 

MADIUN – Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) bersama Himpunan Mahasiswa Farmasi (PHARDENTION) menggelar Pharmacy Goes to School 2026: Workshop Kosmetik Bahan Alam di SMAN 4 Kota Madiun, Selasa (21/7), kemarin. Kegiatan ini menjadi upaya mengenalkan dunia farmasi kepada siswa melalui edukasi sekaligus praktik pembuatan produk kosmetik berbahan alami.

Workshop diikuti siswa SMAN 4 Madiun yang dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Rangkaian acara diawali dengan mini talk mengenai peluang karier di bidang farmasi dan pengembangan kosmetik halal berbasis bahan alam. Setelah itu, peserta mempraktikkan pembuatan dua produk kosmetik, yakni body scrub dan lip balm, menggunakan bahan alami seperti gula pasir, minyak kelapa, madu, beeswax, dan essential oil.

Dalam sesi praktik, setiap kelompok didampingi mahasiswa PHARDENTION agar peserta memahami proses pembuatan sekaligus fungsi setiap bahan yang digunakan. Di akhir workshop, seluruh peserta menerima sertifikat dan membawa pulang produk kosmetik hasil karya mereka.

Ketua Umum PHARDENTION, Reno William, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Program Studi Farmasi Universitas PGRI Madiun dan organisasi kemahasiswaan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan dunia farmasi kepada siswa sekaligus menunjukkan bahwa bidang farmasi tidak hanya berkaitan dengan obat-obatan, tetapi juga mencakup kosmetik, pemanfaatan bahan alam, hingga peluang kewirausahaan," ujarnya.

Selain praktik, siswa juga memperoleh materi Identifikasi Kosmetik Berbahaya yang disampaikan oleh Apt. Yetti Hariningsih, M.Farm., dosen Program Studi Farmasi Universitas PGRI Madiun. Materi disampaikan secara interaktif dan dikaitkan dengan praktik workshop sehingga peserta memahami aspek keamanan dalam memilih maupun membuat produk kosmetik.

Reno menjelaskan, workshop dirancang dengan pendekatan experiential learning sehingga siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik. Melalui metode tersebut, setiap kelompok berhasil menghasilkan produk kosmetik yang dikemas dan diberi label sebagai hasil pembelajaran.

Antusiasme peserta mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Perwakilan SMAN 4 Madiun, Dewi, menilai workshop tersebut mampu menambah wawasan siswa mengenai penggunaan kosmetik yang aman.

"Kami berharap siswa semakin memahami cara memilih kosmetik yang aman dan mampu membuat produk sederhana berbahan alam secara mandiri," ujar Dewi.

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin, PHARDENTION menyerahkan plakat kepada pihak SMAN 4 Madiun pada akhir kegiatan.

Selain menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat, program ini juga menjadi sarana memperkenalkan Program Studi Farmasi Universitas PGRI Madiun kepada siswa SMA/SMK. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, peserta diajak mengenal cakupan ilmu farmasi yang tidak hanya berfokus pada obat-obatan, tetapi juga mencakup pengembangan kosmetik berbahan alam.

Reno menambahkan, Pharmacy Goes to School akan terus dilaksanakan di berbagai SMA dan SMK di Kota maupun Kabupaten Madiun sebagai agenda tahunan.

"Program ini diharapkan dapat mempererat kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus meningkatkan minat generasi muda untuk melanjutkan studi di bidang farmasi, khususnya di Program Studi Farmasi Universitas PGRI Madiun," pungkasnya.

Saat ini, pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun Akademik 2026/2027 telah resmi dibuka. Informasi lengkap mengenai program studi dan persyaratan pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram @unipma_pmb, laman resmi www.unipma.ac.id, maupun dengan datang langsung ke Biro PMB Kampus 1 Jalan Setiabudi No. 85 Madiun dan Kampus 2 Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi.